Pasrah Martakarya

FOTO AP
Pasrah  Martakarya A.
Tempat, tanggal lahir: Yogyakarta,  31 December 1950
Warga Negara: Indonesia
Gender: Laki-laki
Alamat: Jl. Cibiru Indah III / 03 RT.01, RW. 14 Desa Cibiru Wetan, Kecamatan Cileunyi Bandung – 40625
Telp.: 022 – 780.2670
HP : 0812.2111.203
e-mail : pas_bdg@yahoo.com

PENDIDIKAN FORMAL

Sekolah Tinggi Pengembangan Sosial di Malang, 1976.

KUALIFIKASI

  • Juli – September 2013 Team Pemetaan Sosial di Desa Desa lingkungan daerah kerja PT. ARUTMIN ( Perusahaan tambang batubara) di wilayah kerja Satui Kab. Tanah Bumbu Propinsi Kalimantan Selatan.
  • Sept.  2011  –  Juni     2013  (  sekarang  ).  Tim  Pelatih/Fasilitator  pada GERAKAN AYO BANGKIT H. Aburizal Bakrie : Pemberdayaan Pengusaha Mikro dan Menengah Sektor Informal.
  • Januari 2009 – Juli 2011. Part time Assisten Konsultan Lokal   pada Penanganan Pengaduan Rehabilitasi Kanal Tarum Barat –Program Investasi Pengelolaan Sumberdaya Air –  Sub Proyek Integrasi Citarum, kerjasama Pemerintah Indonesia dan ADB.
  • Februari  2011 – Mei 2011. Advisor pada Bina Swadaya Konsultan untuk Pemberdayaan Pemulung di    Yayasan KONTAK Bandung, Program kerjsama   ASHOKA, Bina Swadaya Konsultan and DANONE
  • 2008 – Saat ini ( Oktober 2013 ) :  Ketua Koperasi Simpan Pinjam  Swadaya Bandung di Bandung.
  • Juli  2008  –   Mei  2010.  Team  Leader  (TL)  pada  Program  Investasi Masyarakat/PIM dalam keiatan “ Towards Sustainable Community’s Livelihood and Natural Resources “  mempunyai tujuan untuk  meningkatkan Kegiatan  Masyarakat  dan  Pengelolaan  Sumberdaya  yang  berkelanjutan. Kegiatan ini kerjasama    Bina Swadaya Konsultan dengan BP dan RIO TINTO di   Kabupaten Kutai Timur, Propinsi Kalimantan Timur.
  • Nop 2005 – 2007. Liaison Officer  Bina Swadaya, di Proyek Penanggulangan Bencana Gempa Bumi dan Tsunami – Proyek Tanggap Darurat   Sektor Irigasi    di  Aceh (NAD)  dan  Nias  .    (  Proyek ETESP  (  Earthquake  and Tsunami Emergency Support Project )  ini kerjasama  Bina Swadaya dengan ADB Project).   Mengkoordinir 27 Petugas Konsultaqn Kabupaten yang bertugas  di daerah  lokasi  dampak  gempa  bumi  dan  tsunami di 14 Kabupaten  yang  dibagi  menjadi  4  Wilayah  Koordinator  Lapangan  yaitu Banda Aceh, Lhokseumawe, Meulaboh dan Nias .
  • 1990 – 2005. Kepala Gugus Wilayah Kerja Bina Swadaya Cabang Bandung, Fokus kegiatan pada Pengembangan KSM, dan Pelayanan Keuangan Mikro.

PENGALAMAN KERJA (1977 – Oktober 2013):

  • Juli – September 2013 Tim Pemetaan Sosial dari AMERTA untuk desa desa dilingkungan daerah kerja perusahaan tambang batu bara PT. ARUTMIN di wilayan kerja Satui Kab. Tanah Bumbu Propinsi Kalimantan Selatan.
  • Nopember 2009 – Oktober 2013 (saat ini ) Ketua Koperasi Simpan Pinjam Swadaya Bandung di Bandung – Jawa Barat.
  • Januari 2011 – Juni 2013 Tim Pelatih pada Pemberdayaan Pengusaha Kecil dan Menengah – Program Gerakan Ayo Bangkit yang dipelopori oleh H. Aburizal Bakrie selaku Pengusaha yang sukses dan Ketua Umum GOLKAR. Kegiatan ini kerjasama antara LSM AMERTA Jakarta dengan LSI ( Lingkar Survey Indonesia ) Jakarta.
  • Februari 2011 – Mei 2011 : Advisor di Bina Swadaya Konsultan ( BSK ) Bina Swadaya Jakarta dengan Yay KONTAK INDONESIA BANDUNG :

a. Program Pemberdayaan Pemulung melalui pengembangan KSM, Simpan Pinjam, Pengelolaan Ekonomi Rumah Tangga dan Pembukuan usaha.

b. Asistensi kepada Petugas Lapangan Yay. Kontak dalam pertemuan anggota dan pengurus kelompok pemulung, pemecahan masalah dan perencaaan program

c. Mediasi dengan Institusi Pelayanan Kesehatan di Bandung untuk pelayanan kesehatan Pemulung.

  • Juli 2008 – April 2010: Program Investasi Masyarakat/PIM sebagai Team Leader, dalam kegiatan “ Towards Sustainable Community’s Livelihood and Natural Resources PIM mempunyai tujuan untuk meningkatkan kegiatan masyarakat dan Pengelolaan Sumberdaya Alam yang berkelanjutan dengan meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat. Program ini kerjasama Bina Swadaya Konsultan dengan BP dan RIO TINTO di Kab. Kutai Timur, Propinsi Kalimantan Timur.

Lingkup tugas meliputi :

a. Manajerial :

Memimpin dan mengorganisir setiap kegiatan proyek di lapangan dengan focus kegiatan pengembangan kelompok tani melalui pelatihan dan pendampingan, pengembangan potensi alam terutama untuk pengembangan usaha tani, ternak dan nelayan.

Konsolidasi dengan tim lapangan ( Petugas Lapangan, Koordinataor dan Tenaga Spesialis ).

Koordinasi, konsultasi dan sosialisasi dengan semua pihak untuk membangun persepsi yang sama agar komitmen dan menjamin pelaksanaan proyek yang berkelanjutan – dengan BAPPEDA, Badan Ketahanan Pangan dan Penyuhuhan Pertanian ( BKPP ), Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Dinas Perkebunan, Dinas Kelautan dan Perikanan, Inas Koperasi di Kab. Kutai Timur.

Koordinasi dengan Dinas Tehnis di Propinsi Kalimantan Timur yang relevan, terutama dengan Dinas Pertanian, Peternakan dan Pekinanan dan Kelautan, BKPP, Bali Sertifikasi Benih Tanaman pangan.

Menjamin pelaksanaan setiap proyek sesuai waktu dan perencanaan.

Menjamin pencapaian output proyak sesuai dengan perancanaan.

Menyususn laporan setelah pelaksanaan proyek berjalan 2 bulan.

Menyusun laporan triwulanan kepada kantor pusat BSK.

Menjamin pelaksanaan bantuan teknis di lapangan memenuhi target berikut :

– Menjamin pengembangan KSM yang mampu mengelola usaha anggotanya dan mengembangkan inovasi produknya.

– Menjamin pelaksanaan pusat informasi dan pembelajaran masyarakat sebagai media informasi dan pertukaran pengalaman, dan mempromosikan produk KSM.

– Menyusun laporan tahunan dan akhir proyek.

b. Aplikasi pelaksanaan pelatihan untuk mendukung pengembangan dan inovasi produk. Pelatihannya meliputi :

Pelatihan Motivasi ( Achievement motivation).

Pelatihan Manajemen Lembaga dan Capacity building.

Pelatihan Pengembangan usaha dan pusat informasi untuk pemb elajaran masyarakat.

Pelatihan teknis produksi dan pengembangan mutu.

Pelatihan pengembangan pasar dan jaringan. .

c. Mewujudkan pengembangan pusat informasi pemberdayaan masyarakat.

d. Mewujudkan media informasi , melalui :

Media masa local ( public relation ).

Distrribusi Brochure , Bulletin dan publikasi .

Film –film dokumentasi.

e. Pertanggung jawaban pelaksanaan proyek kepada Supervisor Projek

f. Menyususn Perencanaan jadwal pelatihan kelompok dan pendampingan bersama staf ahli agribusnis, keuangan mikro, media dan Koordinator Petugas Lapangan ( Pendamping masyarakat ).

g. Evaluasi dan monitor kinerja tim untuk input atau rekomendasi kepada petugas lapangan.

h. Sebagai Liaison Officer dengan pihak-pihak terkait ( Pemda, Dinas, BP-RTI, dan IBL ) di tingkat lapangan.

  • Nopember 2005 – Pebruari 2008, Liaison Officer Proyek Penanggulangan Bencana Gempa Bumi dan Tsunami – Proyek Tanggap Darurat Sektor Irigasi di Aceh (NAD) dan Nias dari Bina Swadaya dalam proyek ETESP ( Earthquake and Tsunami Emergency Support Project ) Bina Swadaya – ADB Project) khususnya sector Irigasi dengan . mengkoordinir 27 Konsultan Kabupaten di 14 Kabupaten yang dibagi menjadi 4 Wilayah Koordinator yaitu :Banda Aceh meliputi Kabupaten Aceh Besar, Pidie dan Aceh Jaya; Lhokseumawe : Kabupaten Bireun, Aceh Utara, Aceh Timur dan Aceh Tenggara; Meulaboh meliputi Kabupaten Aceh Barat, Nagan Raya, Aceh Barat Daya, dan Aceh Selatan; Nias meliputi Kabupaten Nias dan Nias Selatan.

Lingkup tugas :

a. Program Pemberdayaan dan Sosialisasi kepada Petugas Pemerintah setempat.

b. Penjajagan kebutuhan pelatihan untuk pelaksanaan proyek utamanya untuk Koordinator Petugas Lapangan di tingkat Kabupaten.

c. Membangun kerjasama Koordinator Petugas Lapangan dengan Konsultan-konsultan lain seperti BLACK and VEATCH ( Konsultan Irigasi ), Konsultan Pertanian dan Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi ( BRR ) Banda Aceh.

d. Monitor proyek, utamanya di Pemberdayaan kelompok dan pemanfaat proyek.

e. Koordinasi dengan Pihak terkait dan lembaga local.

f. Menyusun laporan triwulan dan tahunan.

g. Tim Trainer TOT untuk Petugas Lapangan Proyek yang dilaksanakan oleh BRR Banda Aceh.

h. Mempelajari sumber dana lain sesuai kebutuhan kelompok untuk membantu keberlanjutan usaha produksi dan ekonomi masyarakat.

  • Juli 2007 : Evaluator Program Keuangan Mikro dan Unit Kerja Keuangan Mikro SATUNAMA- Yogyakarta.
  • Mei 2007 : Trainer Pembukuan Keuangan Proyek Ketahanan Pangan – Departemen Pertanian dan FAO di Bogor.
  • 2002 – 2003 : Koordinator monitoring Bantuan Pangan untuk perbaikan Gizi – Program dari International Relief And Development (IRD Jakarta ) di Propinsi Jawa Barat.
  • 2002 : Nara Sumber dan pelatih pada Forum Unit Pengelolaan Keuangan/ UPK – Program Pengembangan Kecamatan / PPK dan Bank Dunia di Kabupaten Majalengka, dan Ciamis , Jawa Barat.
  • 2001 : Auditor Program Keuangan Mikro di SATUNAMA Yogyakarta.
  • 2000 : Monitoring Kecamatan Development Praograme ( KDP )/ Program Pengembangan Kecamatan / PPK di Jawa Barat.
  • Maret – Mei 2000 : Trainer Tim Nasional untuk Fasilitator Kecamatan Program Pengembangan Kecamatan KDP ) in Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Nusa Tenggara Timur ( NTT ).
  • Nopember 1999 : Nara Sumber pada lokakarya Pengembangan KSM sebagai strategi penurunan kemiskinan di Bandung, oleh PEMDA Jawa Barat.
  • October 1996 : Pelatih pada manajemen ORSOS/NGOs – Depsos di Bandung.
  • 1998 – 2005 : Kepala Gugus Wilayah Bina Swadaya di Bandung. Fokus kegiatan pada Pengembangan KSM, Keuagan mikro dan konsultasi.
  • 1982 – 1985 : Pengurus Koperasi Koperasi Unit Desa / KUD Dewi Sri di Cigugur , Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.

PELATIHAN DAN SEMINAR/LOKAKARYA.

  • Maret 2003 : Pelatihan Keuangan Mikro model ASA ( Association for Social Advancement) oleh Pusat Pengembangan Keuangan Mikrio ( PPKM ) – Bina Swadaya- Jakarta.
  • Agustus 2002 : Pelatihan Monitoring Bantuan Pangan untuk peningkatan gizi – Program of International Relief And Development (IRD Jakarta ),di Jakarta.
  • Oktober 2000 : Pelatihan pelatih Proyek Pengentasan Kemiskinan Training /P2KP oleh LPM Universitas Winaya Mukti- Sumedang.
  • Mei dan Juli 2000 : Pelatihan Monitoring basis Propinsi Program Pengembangan Kecamatan ( KDP ), olah Konsultan Manajemen Nasional ( NMC ) KDP, Jakarta.
  • Januari – Pebruari 2000 : Pelatihan Pelatih Program Pengembangan Kecamatan ( KDP ), Program Nasional oleh Yayasan Bina Mitra Sejati (BMS) bekerjasama dengan Direktorat Jendral Pemberdayaan Masyarakat Desa ( PMD ) Dep. Dalam Negeri di Jakarta.
  • September 1998 : Pelatihan Fasilitator Kecamatan KDP, oleh DIrektorat Jendral PMD Jakarta and PT ARDES in Bandung, Jawa Barat .
  • Juni 1997 : Pelatihan Program Usaha Mikro oleh Bank Indonesia di Bandung.
  • Pebruary – Juli 1996 : Pelatihan Manajemen Bank Perkreditan Rakyat ( BPR ) oleh Lembaga Pendidikan Perbankan Indonesia ( LPPI ) Jakarta.
  • Mei – Juli 1990 : Pelatihan Program Pengembangan Manager di AIM, Manila, Philipina.
  • April 1990 : Pelatihan Komunikasi Sosial oleh Lembaga Penelitian dan Pengembangan Sosial ( LPPS ), Jakarta.
  • Agustus 1997 : Pelatihan Peningkatan Fungsi Supervisi di Institut Penddidikan dan Penembangan Manajemen ( IPPM ), Jakarta.
  • Mei 1987 : Pelatihan Program KB, dilaksanakn oleh Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional ( BKKBN ) Jawa Barat di Bandung.
  • Agustus – Oktober 1985 : Pelatihan Pendampingan Usaha Kecil di Institut Pendidikan dan Pengembangan Manajemen ( IPPM ) – Jakarta. ( Topik pelatihan meliputi manajemen usaha kecil, kelayakan usaha, audit dan pembukuan usaha kecil ) 6
  • September – Oktober 1982 : Pelatihan Teknologi Pangan oleh PUSBANGTEPA- Institut Pertanian Bogor ( IPB ), Bogor.
  • Oktober 1980 : Lokakarya Usaha Peningkatan Pendapatan Kelompok Akseptor ( UPPKA ) – Kelompok KB dilaksanakan oleh BKKBN, Jakarta.
  • Pebruari 1980 : Pelatihan Manajemen Koperasi Unit Desa ( KUD ) Managementdi Balai Diklat Koperasi, Bandung, Jawa Barat.
  • Oktober 1979 : Pelatihan Pengembangan Usaha Kecil di Yayasan Purba Danarta, Semarang.
  • Mei 1978 : Pelatihan Pengembangan Kelompok Swadaya ( KSM ) di Bina Swadaya, Jakarta.