Aspek Kemanusiaan/ Humanisme dalam CSR Perusahaan Swasta

0
2010

Pagi ini saya melihat begitu banyak orang hilir mudik di depan ruangan saya. Saling berdiskusi dan berkoordinasi dengan rekan sekerja. Saya melihat ada hubungan timbal balik yang mereka ciptakan. Disinilah wujud manusia sebagai mahluk social yang dituntut untuk hidup bersama (zoon politicon) karena kebutuhan mereka akan tercapai apabila bisa menyelaraskan peranannya sebagai mahluk social dan ekonomi. Hal ini ditekankan oleh Aristoteles bahwa manusia yang tidak bisa hidup dalam masyarakat dikatakan sebagai seorang malaikat atau seekor hewan.

Bagaimana dengan kehidupan di suatu perusahaan swasta? Perusahaan adalah suatu bentuk kegiatan yang bergerak di suatu bidang yang di dalamnya terdapat organisasi yang terdiri atas kumpulan orang-orang. Tidak hanya berkomunikasi dengan orang secara internal tetapi juga berkomunikasi secara eksternal, misalnya dengan masyarakat sekitar.

Corporate Social Responsibility sering kita ketahui adalah sebuah istilah tanggungjawab social yang diarahkan baik ke dalam maupun ke luar perusahaan. Perusahaan yang melakukan tanggungjawab sosialnya akan mendapatkan dukungan yang baik dari lingkungan. Mereka gencar melakukan CSR untuk mendapatkan dukungan dari masyarakat. Sesuai dengan teori yang dikemukakan oleh Commision Of The European Communities bahwa tanggungjawab social perusahaan pada dasarnya adalah sebuah konsep dimana perusahaan memutuskan secara sukarela untuk memberikan kontribusi demi mewujudkan masyarakat yang lebih baik dan lingkungan yang lebih bersih.

CSR dalam sebuah aliran humanisme berhubungan dengan kebaikan hati yang berkaitan dengan manusia. Menjunjung tinggi keutamaan manusia yang luhur seperti kebaikan hati, kebebasan hati, wawasan yang luas berkaitan dengan seni, merasa dekat dengan alam (Jerman Goeth, Schiller, Wilhelm Von Humbold-Tokoh Penyair). Humanisme dikemukakan oleh filsuf humanis mengenai hakikat kebaikan yang terdapat dalam diri manusia.

Yang masih terlintas di pikiran saya, apakah sebenarnya manfaat yang dapat dirasa dengan digalakkannya CSR? Apakah hanya semata-mata untuk mendongkrak citra perusahaan yang dalam rentang waktu yang panjang akan meningkatkan reputasi perusahaan? Atau CSR merupakan suatu wujud syukur kepada Tuhan YME seperti yang tertuang dalam Pertanyaan-pertanyaan itu yang kini mengantarkan saya pada sebuah penelusuran-penelusuran berita di perusahaan-perusahaan ternama di Indonesia.

Menurut Maurist Lalisang selaku direktur utama PT. Unilever Indonesia, Tbk menyadari pentingnya memberi dan berbagi, bukan semata-mata untuk meningkatkan reputasi, tetapi membantu perusahaan terus tumbuh dan berkembang. PT. Unilever Indonesia, Tbk membuat program “Lifebouy Berbagi Sehat” yang memberikan kesempatan kepada keluarga Indonesia untuk mendukung program kesadaran peningkatan kesehatan. Konsumen secara otomatis memberikan sumbangan sebesar Rp. 10 pada setiap pembelian sabun batangan lifebuoy. Hasil dari program tersebut dapat memberikan manfaat untuk siswa SD dengan memperoleh modul interaktif dan bisa membiayai program dari sekolah ke sekolah.

Jika pendidikan adalah salah satu yang dituju oleh PT. Unilever Indonesia, Tbk, bagaimana dengan perusahaan otomotif? apa yang dilakukan supaya bisa menjalin komunikasi dengan masyarakat sekitar? PT. Astra International sebagai salah satu contoh perusahaan besar yang bergerak di bidang otomotif. Konsep tanggungjawab CSR yang dilakukan berdasarkan beberapa bidang, antara lain kemanusiaan, mitra binaan, pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur. Menurut saya CSR dengan konsep yang diusung oleh PT. Astra International sangat kompleks. Dari segi kemanusian dengan pembentukan posko banjir di delapan titik lokasi banjir di Jakarta. Tim Astra juga membentuk tim evakuasi saat banjir melanda di Tahun 2007. Pencanangan SNDP bagi kelurahan sungai bambu melalui pengelolaan kompos. Adanya lomba posyandu dan pemberian beasiswa juga merupakan landasan dari konsep CSR nya.

Bagaimana dengan perusahaan yang bergerak dalam bidang keuangan, bank misalnya. Saya menyoroti BPR Restu Group. BPR Restu Group khususnya BPR Artha Mukti Santosa dan BPR Restu Artha Makmur mengadakan CSR dengan konsep Restu Kasih. Tema yang bagus, tema ini berkaitan dengan pemberian bantuan dana kepada anak cacat ganda yang ada di Panti asuhan Al-Rifdah Semarang. Bukan semata-mata karena mendongkrak popularitas melainkan ini adalah sebagai salah satu wujud syukur kepada Tuhan YME. Sebagai salah satu pandangan diri dan konsep diri yang terdapat pada sebuah organisasi dimana di dalamnya terdapat perasaaan dan sikap untuk peduli kepada sesama.

Source: ekonomi.kompasiana.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here