Bertempat di East Square Business Centre yang berlokasi di Jalan Pemuda No 65, Rawamangun, Jakarta Timur, pada hari Kamis 31 Oktober 2019 Amerta Social Consulting menyelenggarakan Lokakarya Penyusunan Rencana Induk Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (RI PPM). Lokakarya Penyusunan RI PPM diikuti oleh peserta yang berasal dari industry tambang mineral dan batubara, sawit, lembaga swadaya masyarakat, instansi pemerintah dan staf UNDP.

Amerta Social Consulting sebagai perusahaan jasa yang bergerak di bidang konsultansi social seperti CSR, community development dan implementing partner program CSR serta community development mendukung kebijakan pemerintah melalui SK Menteri ESDM No. 1824 K/30/MEM/2018 Tahun 2018 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat. Dari informasi yang didapatkan oleh Amerta Social Consulting, banyak perusahaan tambang minerba (sekitar 200-an perusahaan) yang mengalami kesulitan dalam menyusun dokumen RI PPM. Oleh karenanya, berbekal pengalaman nyata Amerta Social Consulting dalam mengerjakan pemetaan social berbasis PPM, pelaksanaan konsultansi dengan pemangku kepentingan perusahaan hingga drafting RI PPM untuk perusahaan tambang minerba, lokakarya Penyusunan RI PPM ini dilaksanakan.

Lokakarya Penyusunan RI PPM berlangsung selama setengah hari dengan metode pembelajaran orang dewasa (POD) dimana peserta adalah subyek pembelajaran dan menjadi partisipan aktif dalam proses lokakarya.

Materi lokakarya diberikan oleh Direktur Utama Amerta Social Consulting, Riza Primahendra, SPt.,MM. Materi pertama yaitu mengelola konflik social dan community development. Dalam materi ini peserta diajak untuk merefleksikan kembali pengalaman organisasi dalam menghadapi konflik sosial, tantangan dan pelajaran apa yang bisa dipetik darinya. Materi selanjutnya, peserta diajak kembali merefleksikan pengalaman organisasi dalam menyusun dan menjalankan program CSR dan community development beserta penyusunan anggarannya.

Materi inti yaitu penyusunan RI PPM diberikan oleh senior konsultan Amerta Social Consulting yakni Teguh Mudjiyono, SE.,MM. Materi ini mengupas secara rinci alur proses penyusunan RI PPM beserta berbagai dokumen internal dan eksternal yang menjadi acuan penyusunannya. Disampaikan bahwa dokumen internal yang terpenting adalah pemetaan social berbasis PPM dimana kedelapan sector pengembangan danpemberdayaan masyarakat diidentifikasi didalamnya dan sebagai dasar penyusunan program selama lima tahun kedepan. Banyak pertanyaan dari peserta terkait dengan pemetaan social dan praktek penyusunan program community development dan saling berbagi pengalaman diantara peserta.

Kegiatan ditutup dengan foto bersama dan penyampaian kesan dan pesan, evaluasi dan harapan peserta untuk kegiatan berikutnya. Selama ini ada 4 perusahaan tambang telah didampingi oleh Amerta Social Consulting dimulai dari pemetaan social berbasis PPM, konsultasi pemangku kepentingan untuk RI PPM, drafting RI PPM hingga pendampingan konsultasi RI PPM dengan Ditjen Minerba. (FTM-API)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here